TraceWorthy graphic of an ornate treasure chest filled with gold coins, captioned Business is Personal

Dana Cadangan Perusahaan: Berapa Banyak yang Harus Disisihkan dan di Mana Menyimpannya

Sebuah perusahaan dapat mencatat laba yang sehat dan tetap gagal membayar tagihan tepat waktu. Laba adalah hasil akuntansi. Kas adalah uang yang tersedia di rekening pada hari suatu pembayaran jatuh tempo. Selisih antara keduanya itulah yang ingin ditutup oleh dana cadangan perusahaan.

Kami sering menemukan pola ini pada operator domestik dengan penjualan kuat namun kas tipis. Laporan laba rugi menunjukkan laba, lalu kerusakan peralatan, sebuah ketetapan pajak, atau pelanggan yang lambat membayar menguras rekening dalam waktu seminggu. Kami menyebutnya posisi kaya laba, tipis kas, dan inilah kelemahan finansial yang paling sering kami perbaiki. Dana cadangan menutup selisih itu dengan menyisihkan uang untuk tujuan yang sudah diketahui sebelum uang tersebut dibelanjakan untuk hal lain.

Prinsip di balik pemisahan dana

Gagasan ini berasal dari penganggaran rumah tangga. Uang dibagi ke dalam pos-pos bernama saat diterima, dan setiap pos hanya dibelanjakan untuk tujuannya. Diterapkan pada perusahaan, sebagian pendapatan yang masuk dipindahkan ke rekening cadangan yang ditetapkan sebelum rekening operasional digunakan.

Perusahaan besar mencapai disiplin yang sama melalui jalur berbeda. Mereka menyimpan satu kumpulan aset likuid yang terkonsolidasi dan mengelolanya sebagai portofolio investasi, dengan tingkat minimum yang di bawahnya cadangan tidak boleh turun. Berkshire Hathaway merupakan contoh yang terkenal, menyimpan cadangan yang sangat besar dalam surat utang jangka pendek Departemen Keuangan Amerika Serikat, dengan kebijakan yang mencegah pembelian kembali saham menggerus cadangan itu. Mekanismenya lebih maju daripada sekumpulan rekening terpisah, dan kebiasaan yang mendasarinya adalah kebiasaan yang dibutuhkan perusahaan yang lebih kecil: uang yang disisihkan untuk tujuan yang diketahui, dengan tingkat yang di bawahnya uang itu tidak turun.

Perusahaan tanpa fungsi tresuri korporat mencapai hasil yang sama dengan membuka rekening yang ditetapkan dan mendanainya secara terjadwal. Persentase dari pendapatan merupakan cara praktis untuk memulai kebiasaan ini, asalkan ukuran setiap dana kemudian ditentukan berdasarkan dasarnya yang sebenarnya, bukan dibiarkan pada tarif tetap. Inilah disiplin di balik dana cadangan perusahaan yang dikelola dengan baik.

Satu koreksi perlu disampaikan di sini, karena menimbulkan kerugian nyata bila terlewat. Laba ditahan bukanlah cadangan kas. Laba ditahan adalah angka ekuitas yang mencatat akumulasi laba yang belum dibagikan perusahaan. Sebuah perusahaan dapat menunjukkan laba ditahan yang besar dan menyimpan kas yang nyaris tidak ada, karena laba itu terikat dalam persediaan, piutang, dan peralatan. Cadangan kas adalah padanan uang dari angka akuntansi tersebut, dan itulah yang benar-benar digunakan perusahaan ketika guncangan terjadi.

Sistem cadangan yang lengkap biasanya terdiri atas tujuh dana. Cadangan wajib berada di urutan pertama karena undang-undang mensyaratkannya, diikuti oleh cadangan pajak, kontingensi, sinking fund, pertahanan, pertumbuhan, dan dividen. Bagian-bagian di bawah ini menjelaskan masing-masing dan menyebutkan dasar penentuan ukurannya, dan tabel penentuan ukuran menyandingkannya.

Apa yang telah diwajibkan hukum Indonesia

Sebelum perusahaan merancang dana apa pun miliknya sendiri, hukum perseroan Indonesia telah mewajibkan satu. Pasal 70 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, mengarahkan perusahaan dengan saldo laba positif untuk menyisihkan sebagian laba bersihnya setiap tahun ke dalam suatu cadangan. Perusahaan menambah cadangan itu dari tahun ke tahun hingga mencapai sekurang-kurangnya 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Selama cadangan berada di bawah tingkat itu, perusahaan hanya boleh menggunakannya untuk menutup kerugian yang tidak dapat diserap oleh cadangan lain.

Cadangan wajib ini bekerja secara berbeda dari dana kas yang diuraikan pada bagian lain artikel ini. Cadangan wajib merupakan cadangan akuntansi: perusahaan mencatat sebagian labanya di dalam ekuitas dan menandai bagian itu sebagai laba yang tidak boleh dibagikan. Pengalokasian dilakukan oleh pemegang saham, karena Pasal 71 memberi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kewenangan atas penggunaan laba bersih, termasuk cadangan ini dan setiap dividen, sebuah hal yang akan muncul kembali saat kita membahas cadangan dividen.

Dalam praktiknya, hal ini membawa konsekuensi yang perlu dinyatakan dengan gamblang: perusahaan dapat memenuhi cadangan menurut undang-undang di atas kertas sambil menyimpan kas yang sangat sedikit, karena cadangan wajib adalah catatan dalam ekuitas yang membatasi cara laba boleh digunakan. Dana kas operasional yang diuraikan berikutnya adalah dana yang menyisihkan uang secara nyata. Setiap PT membangun cadangan wajib, baik perusahaan itu PT PMDN domestik maupun PT PMA yang dimiliki asing, dan perusahaan membangun dana diskresioner sebagai tambahan atasnya.

Cadangan pajak

Cadangan pajak adalah dana operasional yang paling awal kami bangun, karena pajak bersifat dapat diprediksi dan tidak memberi ampun. Sisihkan uang berdasarkan liabilitas Anda yang sebenarnya menurut jenisnya: pajak penghasilan badan atas laba, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas peredaran usaha, pajak penghasilan karyawan yang dipotong berdasarkan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21), dan pajak-pajak potong yang Anda kurangkan dari pemasok dan penyedia jasa. Rekonsiliasi cadangan pajak dengan pelaporan Anda melalui Coretax, sistem administrasi perpajakan yang kini dijalankan Direktorat Jenderal Pajak berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024. Operator perhotelan juga memungut pajak daerah atas jasa yang dijualnya kepada tamu, yaitu Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, dan pajak yang dipungut itu termasuk dalam cadangan pajak karena operator mengelolanya atas nama daerah.

Tin pitis of the Palembang Sultanate, a holed coin with a Jawi inscription around the central hole

Persentase pendapatan tunggal merupakan pendekatan yang lemah di sini, karena PPN dikenakan atas peredaran usaha sedangkan pajak penghasilan dikenakan atas laba. Tentukan ukuran cadangan pajak berdasarkan liabilitas yang sungguh ditimbulkan masing-masing pajak. Perusahaan yang menyisihkan pajak seiring pendapatan diterima memperlakukan batas waktu pelaporan sebagai peristiwa administratif, bukan keadaan darurat kas. Penyisihan pajak yang disiplin menjaga batas waktu pelaporan tetap menjadi pembayaran rutin, bukan pencarian dana yang terburu-buru, dan penyisihan pajak yang terpelihara mengurangi godaan untuk membelanjakan uang yang sudah menjadi milik negara.

Cadangan kontingensi operasional

Netherlands East Indies silver one-tenth gulden of 1942, reverse with Jawi and Javanese script and a six-pointed star

Cadangan kontingensi operasional adalah dana darurat yang menjaga perusahaan tetap bertahan melalui kemerosotan, piutang yang tertunda, kegagalan pemasok, atau penurunan permintaan yang tiba-tiba. Tentukan ukurannya berdasarkan beberapa bulan biaya tetap, bukan berdasarkan pendapatan. Basis biaya tetap mencakup penggajian, iuran pemberi kerja kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), sewa, dan biaya berulang yang tidak dapat dihentikan perusahaan dengan cepat.

Iuran pemberi kerja untuk kedua program itu merupakan kewajiban menurut undang-undang berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, sehingga termasuk dalam basis biaya tetap, bukan dalam pengeluaran diskresioner. Parameter iuran ini ditetapkan oleh peraturan dan berubah dari waktu ke waktu, sehingga tentukan ukuran cadangan berdasarkan tarif yang berlaku saat ini. Bagi usaha di suatu daerah seperti Bali, basis biaya tetap juga mencakup kewajiban daerah yang ditetapkan oleh peraturan setempat, seperti Pajak Bumi dan Bangunan tingkat daerah serta pungutan berkala dan perpanjangan izin yang dikenakan pemerintah daerah.

Target praktis bagi banyak operator berada di antara tiga hingga enam bulan biaya operasional tetap, disesuaikan dengan seberapa cepat pendapatan dapat pulih setelah guncangan. Dana darurat ini mengurangi risiko bahwa satu kuartal yang buruk berubah menjadi penutupan usaha. Penyangga operasional sebesar ini adalah cadangan yang paling disesali pemilik ketika mereka belum membangunnya, karena cadangan kontingensi tidak dapat dibentuk di tengah guncangan yang seharusnya diserapnya.

Dana penggantian aset atau sinking fund

Aset memiliki masa manfaat yang terbatas, dan dana penggantian aset, yang juga disebut sinking fund, membiayai penggantiannya tanpa memaksa perusahaan berutang. Kendaraan, komputer, telepon genggam, mesin, dan penataan tempat usaha semuanya menyusut dan semuanya pada akhirnya perlu diganti. Danai sinking fund sejalan dengan jadwal penyusutan yang sudah dipelihara perusahaan untuk pembukuannya.

Gold Ramatanka temple token showing Rama and Sita enthroned beneath a canopy with attendants and Hanuman kneeling below

Menyelaraskan sinking fund dengan kategori penyusutan fiskal yang ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2023 menjaga penyisihan tetap konsisten dengan yang diakui dalam surat pemberitahuan pajak. Jadwal penyusutan pajak menetapkan masa manfaat ekonomis setiap aset dan memberikan titik acuan untuk penentuan waktu, bukan jumlah pendanaan kas, sehingga pemindahan ke dalam dana mengikuti biaya penggantian yang diperkirakan akan ditanggung perusahaan. Dana penggantian aset mengubah pengeluaran besar yang berkala menjadi serangkaian pemindahan kecil yang terencana, sehingga siklus penggantian tidak pernah menjadi kejutan. Dana penggantian aset semacam ini juga menjauhkan perusahaan dari pembiayaan jangka pendek pada saat sebuah kendaraan atau server mencapai akhir masa pakainya.

Dana pertahanan hukum dan kekayaan intelektual

Gold Indian temple token showing Rama and Lakshmana standing with a Devanagari legend

Sebagian cadangan ada untuk mempertahankan apa yang dimiliki perusahaan. Dana pertahanan hukum dan kekayaan intelektual, yaitu arti sempit dari sebuah war chest, menanggung biaya penegakan sebuah kontrak, pembelaan sebuah merek terdaftar, penanganan tantangan regulasi, dan pendanaan arbitrase atau litigasi ketika negosiasi gagal.

Penegakan bergantung pada hak yang terdaftar, sehingga daftarkan merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sebelum sengketa timbul, bukan saat sengketa berlangsung. Hak atas merek di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016, dan pendaftaranlah yang membuat sebuah merek dapat ditegakkan. Tentukan ukuran dana ini berdasarkan nilai kontrak dan portofolio merek yang akan dipertahankan perusahaan. Hak yang tidak mampu Anda tegakkan memberikan perlindungan yang lemah.

Cadangan pertumbuhan atau peluang

Arti lain dari sebuah war chest mendanai peluang, bukan pertahanan. Cadangan pertumbuhan atau peluang adalah uang yang disiapkan untuk sebuah kesempatan yang dapat dimanfaatkan perusahaan: pemasok yang tersedia untuk diakuisisi, lokasi yang layak diambil, pesaing yang sedang kesulitan, atau peralatan yang dijual di bawah nilainya. Inilah cadangan yang digambarkan media keuangan ketika menulis bahwa perusahaan besar menyimpan war chest untuk transaksi.

Indo-Islamic gold coin with a full-field Arabic calligraphic inscription

Cadangan ini mendanai ambisi, sehingga peringkatnya berada di belakang dana yang menjaga perusahaan tetap solven dan terlindungi. Perusahaan membangun cadangan ini setelah kewajiban dan ketahanannya sudah terpenuhi.

Cadangan dividen

Copper VOC duit of 1790 showing the interlaced monogram of the Dutch East India Company above the date

Cadangan dividen mengkhususkan kas untuk dibagikan kepada pemegang saham. Penggunaannya diatur oleh undang-undang. Berdasarkan Pasal 71 Undang-Undang Perseroan Terbatas, Rapat Umum Pemegang Saham memutuskan penggunaan laba bersih, dan dividen hanya dapat dibagikan apabila perusahaan memiliki saldo laba positif. Dividen final harus dibayar dari laba bersih, bukan dari dana pinjaman. Menyisihkan kas sebelum pemegang saham memutuskan untuk membagikannya tidak menciptakan hak apa pun, dan uang itu tetap menjadi milik perusahaan sampai keputusan disahkan.

Bagi PT dengan pemegang saham asing, repatriasi harus memenuhi ketentuan valuta asing. Mulai 1 Juli 2026, aturan Bank Indonesia, yaitu Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 15 Tahun 2026, mensyaratkan adanya transaksi yang mendasari untuk setiap pembelian spot valuta asing terhadap rupiah di atas USD 10.000 atau setara per bulan per pelaku pasar valuta asing. Transaksi yang mendasari adalah kegiatan ekonomi yang sungguh mendukung pembelian valuta tersebut, dan pembagian dividen merupakan kegiatan itu. Bank menilai dokumen pendukung sebelum memproses konversi di atas ambang tersebut, dan pada umumnya bank mengharapkan keputusan pemegang saham, laporan keuangan perusahaan, bukti bahwa pajak telah diselesaikan, dan formulir pelaporan valuta asingnya sendiri.

Pemegang saham asing juga menghadapi ketentuan pemotongan pajak, karena dividen bersumber dari Indonesia yang dibayarkan kepada bukan penduduk dikenakan pajak penghasilan berdasarkan Pasal 26 (PPh 26) sebesar 20 persen, yang dikurangi apabila terdapat persetujuan penghindaran pajak berganda. Oleh karena itu, cadangan dividen bagi perusahaan yang dimiliki asing memiliki dimensi waktu dan dimensi pajak yang tidak dihadapi perusahaan domestik.

Berapa banyak yang harus disimpan, dan cara menentukan ukuran setiap dana

Persentase tunggal dari pendapatan merupakan cara yang berguna untuk memulai kebiasaan mendanai cadangan. Ini adalah pendekatan awal, bukan jawaban akhir. Setiap dana memiliki dasar penentuan ukuran yang alami, dan merekonsiliasi cadangan dengan dasar itulah yang menjaga penyisihan tetap akurat.

DanaDasar penentuan ukuranCatatan
Cadangan wajibSekurang-kurangnya 20 persen dari modal ditempatkan dan disetorKewajiban hukum menurut Pasal 70; pengalokasian ekuitas yang tampak dalam pembukuan
Cadangan pajakLiabilitas nyata menurut jenis pajak dan siklus pelaporanPPN atas peredaran usaha, pajak penghasilan atas laba; rekonsiliasi melalui Coretax
Cadangan kontingensi operasionalTiga hingga enam bulan biaya operasional tetapBiaya tetap mencakup gaji dan iuran BPJS
Dana penggantian aset (sinking fund)Jadwal penyusutan dan biaya penggantianSelaraskan dengan kategori penyusutan fiskal
Dana pertahanan hukum dan KINilai kontrak dan portofolio merek yang berisikoDaftarkan merek ke DJKI sebelum sengketa timbul
Cadangan pertumbuhan atau peluangTarget strategis yang ditetapkan direksiDidanai setelah kewajiban dan ketahanan terpenuhi
Cadangan dividenLaba yang dapat dibagikan yang disetujui RUPSPemegang saham asing memenuhi ambang konversi Bank Indonesia

Urutan prioritas

Ketika kas terbatas, mendanai setiap cadangan pada saat yang sama bisa jadi tidak realistis. Urutannya harus melindungi perusahaan terlebih dahulu.

Mulailah dengan kewajiban cadangan wajib dan pajak. Setelah itu, danai kelangsungan operasional. Berikutnya, siapkan penggantian aset. Begitu perusahaan mampu memenuhi kewajiban dan bertahan dari guncangan, bangun cadangan pertahanan hukum dan kekayaan intelektual. Pendanaan pertumbuhan menyusul. Dividen berasal dari laba yang dapat dibagikan setelah perusahaan memenuhi kewajibannya dan pemilik mengambil keputusan yang diperlukan.

Dana-dana ini tidak memiliki peringkat yang setara. Ketika kas terbatas, urutan pengisiannya melindungi perusahaan dalam rangkaian yang tepat.

  1. Cadangan pajak, karena uang yang disisihkan untuk pajak sudah menjadi milik negara. Cadangan wajib dipenuhi pada periode yang sama melalui pengalokasian laba yang disetujui pemegang saham, bukan dari kas yang dialihkan ke dana lain.
  2. Cadangan kontingensi operasional, karena perusahaan yang tidak mampu bertahan dari kemerosotan tidak dapat mengejar apa pun yang lain.
  3. Dana penggantian aset, agar aset yang aus diganti tanpa pinjaman darurat.
  4. Dana pertahanan hukum dan kekayaan intelektual, agar perusahaan dapat mempertahankan apa yang dimilikinya.
  5. Cadangan pertumbuhan atau peluang, didanai setelah solvabilitas dan perlindungan terjamin.
  6. Cadangan dividen, diambil dari sisa setelah perusahaan solven dan kewajibannya terpenuhi.

Urutan ini bukan sikap konservatif demi konservatisme. Urutan ini mencerminkan cara perusahaan gagal. Sebagian besar kegagalan bermula ketika kas yang ditujukan untuk satu kewajiban telah terlanjur dibelanjakan untuk tujuan lain.

Di mana menyimpan uangnya

Tempat menyimpan sebuah cadangan harus sesuai dengan seberapa cepat perusahaan membutuhkannya.

Hessian sack spilling gold coins onto a white background

Rekening operasional dan cadangan pajak membutuhkan akses segera, sehingga rekening giro atau rekening dengan akses langsung cocok untuk keduanya.

Cadangan kontingensi operasional dapat disimpan pada rekening tabungan dengan akses langsung, memberikan imbal hasil yang sederhana sambil tetap tersedia dalam satu hari.

Sinking fund dapat ditempatkan dalam jangka waktu tetap, karena penariknya terjadwal, sehingga deposito berjangka memberikan imbal hasil lebih tinggi tanpa membuat uang yang dibutuhkan perusahaan minggu ini menjadi terperangkap.

Cadangan pertumbuhan sebaiknya tetap mudah dijangkau, karena peluang yang didanainya tidak dapat diprediksi, sehingga jangka waktu yang lebih pendek atau rekening dengan akses langsung lebih cocok baginya daripada deposito jangka panjang. Bunga atas setiap deposito dikenakan pajak final 20 persen, sehingga rencanakan imbal hasil yang diharapkan berdasarkan angka setelah pajak.

Bagi sebuah PT, sesuaikan setiap jangka waktu tetap dengan perkiraan waktu Rapat Umum Pemegang Saham dan jendela repatriasi, sehingga sebuah deposito tidak mengunci kas pada minggu ketika pembagian jatuh tempo. Jaga agar cadangan wajib tetap dapat diidentifikasi dalam pembukuan sebagai pengalokasian ekuitas, karena auditor dan pemegang saham perlu melihat bahwa kewajiban cadangan wajib telah dipenuhi.

Pemisahan tidak mensyaratkan satu rekening bank untuk setiap dana. Bagi banyak perusahaan, disiplin ini berjalan melalui akun buku besar yang ditetapkan dan didukung oleh satu atau dua rekening bank, yang menghindari saldo minimum dan biaya dari mengelola sederet rekening terpisah. Gunakan rekening bank terpisah bila hal itu mengubah perilaku, dan sisanya biarkan sebagai pemisahan buku besar.

Dana cadangan dalam praktik

Kerangka ini adalah rutinitas yang dijalankan perusahaan setiap periode. Dana kas diisi sebelum pendapatan sampai ke rekening operasional, dalam urutan prioritas yang telah ditetapkan, dengan kewajiban lebih dahulu dan pembagian paling akhir. Cadangan wajib dipenuhi pada jalur terpisah, melalui pengalokasian laba yang disetujui pemegang saham setiap tahun. Setiap dana kemudian direkonsiliasi dengan dasarnya sendiri pada irama yang ditetapkan: cadangan pajak dengan siklus pelaporan, sinking fund dengan jadwal penyusutan, cadangan wajib dengan modal disetor, dan cadangan kontingensi dengan biaya tetap saat ini. Menjaga setiap dana pada dasarnya yang sebenarnya, bukan pada persentase tetap dari pendapatan, menjaga jumlah yang disisihkan tetap akurat seiring liabilitas berubah sepanjang tahun. Setiap dana cadangan tetap dapat diidentifikasi dalam pembukuan, sehingga auditor dan direksi dapat melihat apa yang disisihkan dan mengapa.

Bagaimana TraceWorthy membantu

TraceWorthy meninjau pembukuan perusahaan, siklus pajak, kewajiban menurut undang-undang, daftar aset, kontrak, komitmen penggajian, kewajiban BPJS, rencana dividen, dan kebutuhan valuta asing.

Dari sana, tim TraceWorthy menyusun kerangka cadangan yang sesuai dengan siklus kas nyata perusahaan. Pekerjaan ini dapat mencakup pembukuan, laporan manajemen bulanan, perencanaan pajak, rekonsiliasi Coretax, penyelarasan LKPM, tinjauan penggajian dan BPJS, perencanaan aset, persiapan dividen, dan dokumen tata kelola untuk keputusan pemilik.

Kami menentukan ukuran setiap cadangan berdasarkan dasarnya sendiri, bukan berdasarkan persentase tetap dari pendapatan, dan kami membaca model bisnis untuk menemukan dana mana yang berada di bawah tingkat yang disyaratkan oleh dasarnya. Metode cadangan berbasis-dasar inilah cara kami memperbaiki posisi kaya laba, tipis kas, baik perusahaan tersebut operator domestik maupun investor asing.

Sistem cadangan seharusnya membuat perusahaan lebih mudah dikelola. Pemilik seyogianya mengetahui dana mana yang tersedia, dana mana yang sudah dialokasikan, dan keputusan mana yang perlu diambil sebelum kas keluar dari bisnis.

Jika perusahaan Anda menguntungkan namun tetap terasa kekurangan kas, TraceWorthy dapat meninjau posisi cadangan dan menyusun rencana pendanaan yang praktis.


Artikel ini merupakan informasi umum yang berlaku pada tanggal publikasi. Peraturan di Indonesia berubah, dan perlakuan yang tepat bergantung pada fakta setiap perusahaan, sehingga peroleh nasihat untuk situasi Anda sendiri sebelum bertindak.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah dana cadangan perusahaan diwajibkan secara hukum di Indonesia, atau bersifat opsional?

Satu cadangan diwajibkan oleh undang-undang. Berdasarkan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, sebuah perseroan terbatas harus menyisihkan sebagian laba bersih tahunannya ke dalam cadangan wajib hingga cadangan tersebut mencapai sekurang-kurangnya 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Kewajiban itu dipenuhi dengan mengalokasikan laba dalam pembukuan, bukan dengan menempatkan kas pada rekening terpisah. Cadangan lain yang diuraikan di sini, yang mencakup pajak, kontingensi, penggantian aset, pertahanan hukum, pertumbuhan, dan dividen, tidak diwajibkan oleh undang-undang. Cadangan-cadangan itu merupakan praktik pengelolaan yang bijaksana, dan perusahaan menentukan ukurannya berdasarkan risikonya sendiri, bukan berdasarkan ambang hukum.

Apakah cadangan wajib dapat disimpan sebagai kas, atau hanya merupakan catatan akuntansi?

Cadangan wajib adalah pengalokasian di dalam ekuitas, sebuah pembatasan yang dikenakan atas laba ditahan, bukan saldo kas. Pencatatannya tidak memindahkan uang ke rekening bank, dan perusahaan yang menguntungkan dapat melaporkan cadangan wajib yang besar sambil kekurangan kas. Perusahaan boleh menyimpan kas untuk mengimbangi cadangan tersebut jika menghendaki, meskipun Pasal 70 tidak mensyaratkannya. Inilah sebabnya dana kas operasional diperlakukan secara terpisah: cadangan wajib dipenuhi dengan mengalokasikan laba, sedangkan cadangan pajak, kontingensi, dan sinking fund dipenuhi dengan memindahkan uang nyata ke rekening yang ditetapkan. Memperlakukan cadangan sebagai kas yang tersedia adalah kesalahan yang sering terjadi dan mahal.

Apakah PT PMA memerlukan cadangan yang lebih besar daripada PT PMDN?

Aturan cadangan wajib sama untuk keduanya, karena Pasal 70 menetapkan ambang 20 persen yang sama, apa pun kepemilikannya. Perbedaannya terletak pada repatriasi dan pemotongan pajak. PT PMA dengan pemegang saham asing memenuhi ketentuan Bank Indonesia atas konversi rupiah menjadi valuta asing di atas USD 10.000 per bulan, yang berlaku mulai 1 Juli 2026, dan dividen kepada bukan penduduk dikenakan pajak penghasilan berdasarkan Pasal 26 sebesar 20 persen, yang dikurangi apabila terdapat persetujuan penghindaran pajak berganda. Oleh karena itu, PT PMA tidak memerlukan cadangan wajib yang lebih besar, meskipun bermanfaat baginya untuk memiliki cadangan dividen yang lebih besar guna mendanai dimensi waktu dan pajak atas repatriasi. PT PMDN tidak menghadapi kedua ketentuan itu.

Apa perbedaan sinking fund dengan dana darurat?

Keduanya menjawab jenis biaya yang berbeda. Dana darurat atau kontingensi menutup peristiwa yang tidak dapat diprediksi perusahaan, seperti kemerosotan, piutang yang tertunda, kegagalan pemasok, atau penurunan permintaan yang tiba-tiba, dan ukurannya ditentukan berdasarkan beberapa bulan biaya operasional tetap serta dijaga agar dapat dicairkan dalam satu hari. Sinking fund menutup penggantian yang terjadwal, seperti kendaraan, komputer, mesin, atau penataan tempat usaha, dan ukurannya ditentukan berdasarkan perkiraan biaya penggantian serta didanai sejalan dengan jadwal penyusutan. Ujinya adalah keterprediksian: biaya yang tidak dapat diperkirakan perusahaan dipenuhi dari dana darurat, dan biaya yang dapat dijadwalkan dipenuhi dari sinking fund.

Di mana sebaiknya uang cadangan disimpan?

Sesuaikan rekening dengan seberapa cepat setiap cadangan dibutuhkan. Cadangan kontingensi operasional dapat disimpan pada rekening tabungan dengan akses langsung, tersedia dalam satu hari. Sinking fund dan dana terjadwal lainnya dapat ditempatkan pada deposito berjangka, yang memberikan imbal hasil lebih tinggi karena penariknya terjadwal. Bunga atas deposito bank di Indonesia dikenakan pajak final 20 persen, sehingga bandingkan imbal hasil atas dasar neto. Untuk pemisahannya, akun buku besar yang ditetapkan dan didukung oleh satu atau dua rekening bank menghindari saldo minimum dan biaya yang timbul dari mengelola sederet rekening terpisah. Cadangan pertumbuhan sebaiknya tetap mudah dijangkau, karena peluang yang didanainya tidak dapat diprediksi.

Berapa banyak yang harus disimpan perusahaan pada setiap cadangan?

Tentukan ukuran setiap cadangan berdasarkan pemicunya sendiri, bukan satu patokan tunggal. Cadangan pajak setara dengan liabilitas nyata yang timbul menurut jenisnya. Dana darurat setara dengan tiga hingga enam bulan biaya operasional tetap, disesuaikan dengan seberapa cepat pendapatan dapat pulih setelah guncangan. Sinking fund setara dengan perkiraan biaya penggantian aset yang menyusut, didanai sepanjang masa manfaatnya. Dana pertahanan setara dengan nilai kontrak dan portofolio merek yang akan dipertahankan perusahaan. Cadangan pertumbuhan bersifat diskresioner, ditetapkan berdasarkan peluang yang ingin disiapkan perusahaan. Cadangan wajib ditetapkan oleh undang-undang sebesar 20 persen dari modal disetor.